Berdasarkan Pengertian Klinis kematian adalah henti nafas (tidak ada gerak nafas spontan) ditambah henti sirkulasi (jantung) total dengan semua aktivitas otak terhenti, tetapi tidak ireversibel. Kematian adalah kepercayaan Universal dimana manusia secara umum mempunyai suatu kepercayaan spontan terhadap kematian. Kepercayaan itu terdapat pada semua bangsa, bahkan yang paling kuno. Hanya manusialah yang membuat persembahan kepada yang mati dan menguburnya dengan cara-cara khusus. Beberapa suku tertentu bahkan menyediakan alat-alat dan makanan bagi orang yang telah meninggal karena percaya bahwa mereka dapat menggunakannya. Kepercayaan itu mempunyai hubungan erat dengan kepercayaan tentang pahala dan dosa sesuai dengan perilaku orang yang telah meninggal.
Manusia terdiri dari mind and body. Bila kematian terjadi, hubungan antara tubuh dan jiwa tentu saja tidak bertahan. Maka timbullah pertanyaan besar, mungkinkah manusia mengalami kehidupan bila kesatuan antara tubuh dan jiwa tidak terbentuk? pertanyaan tersebut mulai dapat dijawab dengan paham tradisional. Paham ini mendasarkan diri pada kekuasaan yang khas bagi jiwa, sebagai “roh”. Walaupun segala ide, putusan, dan kehendak kita yang biasa memerlukan gambaran-gambaran dan pengenalan melalui pancaindera agar bisa terwujud, namun ada semacam pengenalan yang tidak langsung memerlukan unsur-unsur itu yaitu pengenalan yang dimiliki oleh jiwa terhadap dirinya sendiri. Baca Lanjutannya…












Komentar Terakhir