Ujung pena ini mungkin tahu kapan waktunya untuk menerka jeda.
Tapi kerinduan ini tidak pernah tahu kapan waktunya harus meredam rasa.
Senja ini mungkin tahu kapan saatnya menyapa malam.
Tapi gelisah ini tidak pernah tahu kapan saatnya sempatkan tanya.
Angin pagi…
Beton langit…
Haluan semesta…
Aku ingin mengalun sendu.
Di atas remah-remah kaca di mata mu.
membanjiri deras cahaya mu hingga membasahi separuh sayat luka ku.
Aku ingin mati sekali.






nulis lagi doong her,heheeee, pada ga idup deh ni blog orang2
Oleh: dyn28 on 4 Desember 2010
at 3:41 pm
hahaha…iya nih udh lama gak nulis. nyok sama-sama nulis.
Oleh: Hery on 12 Desember 2010
at 12:26 am