Nama lengkapnya Hery Dwi Prasetyo, biasa dipanggil dengan nama Hery. Lahir di Jakarta, 30 April 1989, jam 04.30 pagi di Yayasan Cahya Bunda, Klender, dengan selamat. Ia adalah anak ke dua dari dua bersaudara dengan kakaknya bernama Titik Suryani. Ayah dan Ibunya berasal dari darah Jawa tulen. Konon menurut cerita dari keluarga, sebelum diberi nama Hery Dwi Prasetyo, sempat terlintas di kepala Ayahnya untuk menamainya dengan nama Bambang Dwi Prasetyo, dengan alasan kelak suatu saat anak kesayangannya itu akan menjadi Presiden dikarenakan ada unsur nama Bambang. Namun dikarenakan Tantenya berpendapat bahwa nama Bambang dinilai sebagai sebuah nama yang akan tidak populer dimasa yang akan datang maka nama Bambang tersebut diganti dengan nama Hery.
Dibesarkan di Jakarta, anak yang dulunya hobby sekali baca komik ini menghabiskan masa kecilnya dengan kebahagiaan dan kehangatan keluarga yang penuh kasih sayang. Menempuh pendidikan dasar di SDN 11 pagi Pondok Bambu (angkatan 2000), anak yang sangat energik ini menghabiskan masa kecilnya dengan penuh keceriaan. Lalu melanjutkan pendidikannya di SMPN 117 Jakarta (angkatan 2003) dan SMAN 50 Jakarta (angkatan 2006), anak yang mendapat penjurusan di studi IPA ini menghabiskan masa remaja layaknya remaja pada umumnya. Sempat juga aktif di berorganisasi ROHIS sekolah dan aktif di Karang Taruna Sub Divisi Rt 003/ Rw 04, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta timur.
Setelah lulus SMA, ia sempat menempuh studinya di salah satu perguruan tinggi terkenal di Jakarta dengan konsentrasi di Teknologi Informasi. Namun perubahan besar terjadi pada proses perjalanan hidupnya setelah suatu waktu ia menyaksikan film misteri indonesia berjudul Pocong II yang diperankan oleh Revalina S. Temat dan Agus Ringgo. Seketika itulah ia berkenalan, tertarik dan ingin mendalami dunia Filsafat. Klimaksnya adalah ketika ia memilih untuk meninggalkan studi sebelumnya dan memilih untuk menggeluti filsafat di S1 Ilmu Filsafat UI. Dengan harapan suatu saat dapat menjadi salah satu pemikir kritis dan radikal yang akan melepaskan Indonesia dari kemiskinan dan kebodohan.
Mahasiswa yang sangat mengagumi karya-karya Kahlil Gibran, saat ini aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI) bidang Pendidikan dan Keilmuan. Setelah sebelumnya melanglang buana di beberapa organisasi fakultas dan Universitas. Yang dicintai oleh mahasiswa yang satu ini adalah Tuhan, Ilmu Pengetahuan, Orang Tua, Sahabat, Cinta itu sendiri, Kehidupan dan Kematian. Dan yang paling dibenci olehnya adalah Kemiskinan dan Kebodohan. Bosan ia melihat kemiskinan dan kebodohan membelenggu Indonesia sebagaimana ia bosan melihat matahari yang selalu terbit dari arah timur dan tenggelam ke arah barat.

Aku adalah kebebasan.
Bebas melambai mengarungi batasan.
Tanpa pernah terlintas perasaan.
Dari jiwa-jiwa keputusasaan.
Aku adalah udara.
Yang terbang menghalau samudra.
Berbisik kecil riuh tak terdera.
Selembut belaian halus sutra.
Aku adalah api.
Terus bergejolak tanpa mengenal tepi.
Berkobar terus tanpa arti.
Membakar dan akhirnya mati.
Aku adalah ketiadaan.
Akan kemana jiwa ku kan tertidur.
Di kala senja telah terbaring lemah.
Yang terakhir tinggal rintihan semu.







wew..hery alias bambang =)
nice profile of yours ^^
Oleh: arrumaisha09 on 16 Juli 2009
at 10:31 pm
itu sebenernya rahasia perusahaan.
hahaha…
Oleh: herywashere on 18 Juli 2009
at 10:21 pm
enak di bacanya her, cocok lw jadi penulis..
Oleh: rhendmithy on 28 Februari 2010
at 12:44 pm
salam kenal kang heri
Oleh: Portal Investasi on 22 Januari 2012
at 6:35 pm