Oleh: Hery | 10 Januari 2010

Absurd


Bukankah kita sama-sama telah terbiasa.

Memandangi putihnya pinggiran malam serta pagi yang pekat ketika matahari mulai dikejar temaram.

Lelah atas jawaban  yang menyapa kita kala masih ada waktu sedikit saja untuk menghabiskan sarapan di meja.

Tiap hari kita dipaksa melihat penuh abu-abu tua benar dan salah yang bergelayut dikepala hingga ke otak.

Banyak hidup dan mati yang teronggok di belakang lemari pakaian kita karena lupa mencucinya ketika hendak terbang ke bawah.

Ah, sudah. saya hanya ingin tidur saat ini.  Menghilangkan dunia sejenak untuk berpikir resah.

Bukankah kita sama-sama telah terbiasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: