Oleh: Hery | 28 Maret 2010

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Biasa


Aku ingin mencintaimu dengan biasa.

Bukan seperti kesempurnaan matahari yang menyinari  bumi dengan terang.

Tetapi, aku ingin mencintaimu seperti keterbatasan lilin yang menerangi tepi kemudian redup ditelan temaram.

Aku ingin mencintaimu dengan biasa.

Bukan seperti keanggunan mawar yang hadir abadi di taman firdaus.

Tetapi aku ingin mencintaimu seperti belukar yang terijak semu lalu mati berkubang nista.


Responses

  1. wah terdengar tidak sungguh2 mencintainya her..
    menurut ge, lebih bagu kita mencintai dengan ‘apa yang aku bisa’

  2. Bagus.Puput suka.Terusin,yah ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: