Oleh: Hery | 30 Juni 2010

Organisasi itu…


Saya ingat sebuah obrolan ringan antara saya dengan seorang senior sekaligus teman ketika masih aktif di sebuah organisasi dakwah sekitar dua tahun yang lalu. Ketika itu saya masih mahasiswa baru dan masih mencoba-coba masuk ke kebeberapa organisasi termasuk organisasi yang bergerak di bidang dakwah.  Dalam bayangan saya organsisasi mahasiswa adalah organsisasi murni tempat pertaruhan ideologi dan dedikasi tentang komitmen. Sebuah kesempatan besar dimana saya ketika itu bertemu dengan rekan-rekan senior yang telah lama malang-melintang di dunia organisasi kampus dan saya dibeberapa kesempatan selalu sharing tentang kehidupan organisasi di kampus.

Seusai sholat dzuhur kami  duduk di pelataran Masjid UI. Hari itu saya lupa kita sedang membicarakan tentang apa, sampai senior saya tersebut menitipkan sebuah petuah kepada saya yang memang saya sadari perkataan tersebut ada benarnya setelah waktu berjalan dua tahun kemudian. Senior saya berkata kurang lebih seperti ini “sebenarnya dalam organisasi ada dua hal yang harus kita hindari, yang pertama adalah kecewa dan yang kedua adalah kecewe.”

Faktor kecewa merupakan hambatan dalam semua kegiatan organisasi, termasuk juga organisasi mahasiswa. Banyak rekan saya selama saya mengikuti organisasi di kampus pernah mengalami kekecewaan terhadap sebuah organisasi. Mereka yang dulunya aktif dan bahkan militan dalam sebuah organisasi kemudian berbalik menjadi pasif bahkan meninggalkan organisasi tersebut dan berubah 180 derajat. Biasanya, kekecewaan tersebut dilatarbelakangi oleh faktor ideologis. Bahkan hal ini pernah saya alami, ketika saya pernah ikut  sebuah organisasi tapi kemudian saya meninggalkannya di tengah jalan karena kekecewaan saya. Yah, balik lagi ini soal ideologis dan cita-cita utopis.

Faktor kecewe juga bisa dibilang salah satu hambatan dalam organisasi. Saya awalnya juga bingung kenapa faktor kecewe atau ke cewek ini bisa jadi hambatan seseorang dalam berorganisasi. Tapi saya akan menjelaskan lewat pengalaman saya. Saya punya sahabat yang dulu selama organisasi dia aktif di pergerakan mahasiswa. Hampir di setiap kajian sosial politik dia tidak pernah absen hadir dan ketika ada aksi turun ke jalan dia selalu ikut. Bisa dibilang dia adalah orang yang paling militan yang saya kenal selama di organisasi mahasiswa. Namun sekarang dia tidak lagi seperti itu. Rasa militannya berkurang dan justru hilang karena faktor kecewe atau ke cewek. Yahh begitulah!!! Yah bagi saya sih wajar faktor kecewe atau ke cewek bisa merubah sikap sahabat saya. Mencintai dan dicintai adalah hak setiap manusia dan hal tersebut dapat merubah sikap semua orang 180 derajat.

Bisa dibilang petuah inilah yang saya ingat sekarang ini. Yah setidaknya faktor kecewe atau ke cewek tidak akan saya alami sekarang sampai saya meninggalkan dunia organisasi kampus sepenuhnya. Setidaknya saya masih akan memegang prinsip ini sampai bulan desember nanti. hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: