Oleh: Hery | 30 Juni 2010

Sebuah Pembicaraan Sederhana…


Di suatu hari ketika senja sudah kembali ke peraduannya, dan larut mulai menyergap malam. Saat itu waku menunjukkan sekitar pukul 19:30, kami anak-anak DPM mulai beranjak pulang dari kampus. Sebuah kebiasaan bagi kami sebelum pulang dan meninggalkan aktivitas organisasi mampir dulu untuk makan malam. Malam itu diputuskanlah kami makan mie ayam di samping FISIP.

Kegiatan yang biasa dan sederhana diiringi oleh pembicaraan sederhana juga. Sampai pada sebuah topik pembicaraan  yang saya pikir cukup menarik. Ketika itu saya, hadi, hare, nufus dan bela, entah siapa yang memulai berbicara tentang “Apa yang kita rencanakan untuk masa depan kita”? “Apa yang anda lakukan setelah lulus kuliah”? dan berbagai pertanyaan tentang masa depan.

Mulailah kami satu per satu berceloteh tentang masa depan. Sebuah hal yang sederhana bukan..?

Pertanyaan pertama jatuh pada hadi, ia pun dengan sistematis menjawab…”setelah lulus gw akan bekerja industry televisi, membawakan acara yang bertemakan hal tentang makanan dan jalan-jalan (wisata dan perjalanan kuliner) setelah itu gw akan terjun ke dunia politik, ikut partai politik dan puncaknya adalah dengan menjadi menteri kebudayaan dan pariwisata.” Kurang lebih itulah gambaran tentang masa depan Hadi.

Pertanyaan kedua jatuh pada Bela, ia menjawab kurang lebih seperti ini…”gw akan lulus 3,5 tahun terus cari beasiswa S2 ke luar negeri, setelah itu menjadi pengusaha sukses sekaligus mengajar sebagai dosen”

Pertanyaan ketiga jatuh pada Hare, tampaknya ia sangat kesulitan menerawang masa depan. Ia hanya menjawab…”biarkan hidup mengalir apa adanya. Mungkin gambarannya gw bakalan kerja di rekorat dan puncaknya jadi Rektor UI.”

Selanjutnya nufus, ia menjawab…”Nufus bakalan nerusin pendidikan S2 dan S3 jadi penerjemah yang kerjanya santai di rumah sekaligus jadi Dosen”…singkat.

Kemudian terakhir saya. Agak bingung juga awalnya tapi dengan sistematis saya menjawab…”setelah lulus saya akan fokus melebarkan sayap organisasi di luar kampus. Jadi aktivis kemanusiaan. Kemudian terjun ke politik sekaligus jadi pengusaha sukses sekelas Abu Rizal Bakri. Bikin banyak perusahaan dan yayasan kemanusiaan. Setelah itu bikin Partai politik sendiri dan puncaknya jadi Presiden Indonesia..hehehe*ngaco…

Begitulah pembicaraan singkatnya…

Pembicaraan sederhana diatas kemudian menjadi pertanyaan filosofis di kepala saya. “apa yang sesungguhnya manusia cari di dunia ini?”

kami dalam pembicaraan sederhana tersebut berusaha menerawang masa depan yang kami sama sekali tidak tau. Sebuah pengetahuan yang transenden yang kami sadari mungkin merupakan impian-impian yang akan tercapai dengan indah atau justru mungkin saja tidak tercapai sama sekali.

Dari pembicaraan sederhana itu pertanyaannya kemudian saya perluas, Apa sih yang manusia cari di dunia ini?

Manusia hadir dari tiada menuju tiada. Kita lahir tanpa membawa apa-apa dan mati juga tanpa membawa apa-apa. Lalu untuk apa yang manusia cari?

Kekayaan, kekuasaan, kemapanan,  menjadi terkenal, kehormatan dan masih banyak lagi….

Kita, semua  manusia, mungkin setuju bahwa kita dalam kehidupan ini hanya mencari satu kata yaitu “KEBAHAGIAAN”.

Tapi pertanyaannya, apakah kita punya jaminan “KEBAHAGIAAN” ketika kita mati…??? *siapa yang tau???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: